Copy-Paste

Leave a comment

gambar disini 100% boleh di copy-paste, asalkan cantumkan nama blog ku. kalian juga boleh ngikutin kok gambar aku(tapi,kalo pr gambar yg gak boleh nyontek jgn nyontek ya,hihihi). kalian harus tau bahwa gambar disini 100% buatan ku! dah ya, gitu aja!

Sonya Zahra!

komik pembuka;assalamualikum

Leave a comment

Asli buatanku!

Cerpen;Dunia Tanpa Warna Biru

1 Comment

Karya: Salma Hanifa (salmaamlas)

 Clara sangat menyukai warna biru. Dia nggak suka warna lain. Dari yang paling feminim, pink .. sampai warna hitam. Semua perlengkapan sekolahnya, kamarnya, warna biru. Dia tak mau mengambil sesuatu barang yang berwarna selain biru. Karena itu, sebagian temannya menjauhi Clara. Teman-teman Clara manganggap Clara itu tidak mau tolong-menolong, sombong, dan sejenisnya. Akhirnya, mereka semua sepakat untuk membuat dunia tanpa warna biru. Sebenarnya itu hanyalah buatan. Jadi, begini nih.. Yaa, entar satu buah gedung dicat warna kuning, sementara dalamnya warna biru. Sebenarnya sih, semuanya tetap biru. Tetapi, teman-temannya membuat kacamata pelangi. Jadi, kalau kita melihat sesuatu memakai kacamata itu, warnanya jadi berubah dalam penglihatan kita. Kalau lihat ke jendela, langitnya jadi berwarna kuning. Kalau permainan, mainannya warna hijau. Peralatan tulisnya, pelangi .. cuma, pelangi tanpa warna biru. Perabotannya berwarna coklat, dan masih banyak warna lainnya. Intinya, teman-temannya merencanakan itu agar dia mau kalau dimintai sesuatu yang berhubungan dengan warna selain biru.

Oh ya, mata Clara itu minus, lho! Jadi, kacamata pelangi itu juga bisa seperti kacamata biasa yang khusus mata minus. Itulah yang membuat teman-temannya yakin kacamata itu tak akan bisa dilepas, karena kalau dilepas, Clara tak akan bisa melihat dengan jelas. Seandainya bisa, Clara akan melepas kacamatanya dan melihat semua barang berwarna biru! Dan rencana itu bisa batal! Warna-warna itu bisa berubah kalau memakai kacamatanya saja. Aslinya warna biru.

 Nah, itu perkenalan singkat dari Clara. Sekarang, kita lanjut saja ke ceritanya yuukk..

“Hei, Clara!” sapa Amira, Marsha, dan Alicia.

“Ya, ada apa?” tanya Clara seraya membetulkan letak kacamata birunya.

 ”Kamu minus berapa?” Amira bertanya balik.

 ”Dua,” jawab Clara singkat. ”Ada apa sih? Kayaknya kamu ngerencanain sesuatu deh.”

 ”Huff .. untunglah! Clara, ini kacamata buatmu,”

 Clara membuka kotaknya, lalu melirik kacamata barunya. “Ih, Ra..!! Ini sih .. kacamata gaya, bukan kacamata minus!”

 ”Bukaan! Itu cuma model saja! Sebenarnya itu kacamata minus, kok,” jawab Marsha.

 ”Wah, masa’? Makasih banget ya!! Keren modelnya!” seru Clara seraya melepas kacamata biru lamanya, dan hendak mencoba kacamata baru.

 ”Hei! Jangan pakai dulu!” tegur Alicia.

 ”Kenapa?” tanya Clara bingung.

 ”Itu khusus jalan-jalan!”

 ”Lah, masa’ buat jalan-jalan, belum boleh dicoba. Kalau entar waktu jalan-jalan aku makainya enggak enak, gimana?”

 Boleh aja kali, ya! Kan di kelas ini nggak ada sesuatu yang warna biru. Perlengkapan Clara kan, di tas. Tasnya diujung kelas, batin Marsha. Clara kan, enggak bakal berjongkok untuk melihat tasnya. Jendela kan, ditutupi gorden. Oh iya, efek perubahan warnanya kan, cuma untuk di gedung khusus!!.

 ”Bolehlah,” ucap Marsha dan Amira bersamaan.

 ”Benar, nih?”

 Ketiga temannya mengangguk mantap. Sedetik kemudian, Clara memakai kacamata itu. Oh ya, efek-efek tadi .. seperti perabotan jadi warna apa, permainan jadi warna apa, itu cuma khusus di gedung tadi. Jadi, mereka bertiga tadi lupa .. kalau efeknya cuma buat di gedung!

 ”Wah, mantap! Sudah kacamatanya bagus, makainya enak, lagi! Beli di mana?” tanya Clara heran.

 ”Ada deh,” jawab Alicia.

 ”Huh, ya sudah deh! Makasih, ya,” kata Clara seraya melepas kacamata pelangi dan memakai kacamata lamanya kembali.

***

 Clara keluar dari kamar dengan wajah berseri-seri. Dia akan melakukan petualangan. Ya, petualangan! Petualangan menghilangkan warna favoritnya, biru! Marsha memang bilang kalau mau petualangan, karena melepas warna favorit itu sulit .. sulit .. dan sulit!

 ”Ha?!! Kalian sudah datang?” tanya Clara terkejut.

 ”Iya dong,” jawab teman-temannya singkat.

 ”Ayo, let’s goo!!” seru Clara.

 Mereka jalan-jalan ke gedung khusus itu dengan mengendarai mobil Alicia meskipun Alicia tidak kaya. Tapi, setidaknya Alicia masih bisa membeli mobil.

 ”Sebenarnya mau ke mana sih?”

 ”Ada .. aja! Pokoknya kamu ikut aku saja!”

 Oya, sebenarnya gedung yang dikunjungi mereka itu tempat bermain dan bersantai, lho! Jadi namanya bukan GEDUNG doangg!! Kemudian, mereka turun dari mobil, tentunya setelah mereka sampai.

“Clara, kami semua pergi dulu. Aku sama Alicia mau ke Fashion Shop dan Marsha mau ke Book Store,” kata Amira. Setelah ucapan itu diuvapkan, dia langsung melesat pergi dan meninggalkan Clara seorang diri.

“CLARAAA!!! ITU ADALAH TEMPAT REFRESHINGG!!!!” teriak Alicia dari kejauhan.

“Cepat masuk, Nona Clara. Betulkan letak kacamatamu yang melorot itu agar nyaman saat di gedung refreshing,” ujar supir Alicia yang tak dikenal Clara.

“Baiklah.” Serelah membetulkan kacamata pelanginya, Clara bergegas masuk ke gedung refreshing itu.

“Aaahhh, enggak berwarna biru!” keluh Clara saat patung Princess Aurora menyambutnya. Clara memang tak menyukai semua princess kecuali Cinderella karena gaunnya yang berwarna biru.

Dia membuka sebuah pintu yang ada di hadapannya. Ceklek!

“Kok pintunya enggal berwarna biruu??” kata Clara dan kemudian melepas kacamatanya. “Haa?? Apa ituu?? Enggak jelass!! Tapi berwarna biru. Kalau begini, aku bisa terbentur!”

Akhirnya dengan terpaksa Clara memakai kacamatanya kembali. Sebenarnya dia merasa senang dapat melihat warna biru. Tapim dari pada salah jalan! Mending makai kacamata itu yang membuatnya tak bisa melihat warna biru kan??

Clara melihat seisi ruangan. Itu adalah ruangan olahraga. Dia pun mencoba semua alat olahraga yang ada di sana. Skuter seperti idamannya pun ada. Dia langsung mencobanya. Asyik ya, disini! Di rumah kan, enggak ada skuter. Jadi disini bisa main sepuasnya deh! kata Clara dalam hati.

Clara merasakan sebuah perubahan pada dirinya. Dia dulu tak mau mencoba, mengambil, dan sejenisnya kalau bukan warna biru. Tetapi, Clara tak mengetahui jelas apa perubahan itu. Clara hanya merasakan perubahan, tapi entah itu apa.

“Ruangan selanjutnya apa yaaa??” gumam Clara. Dia membuka pintu yang dilukis gambar Winnie The Pooh (cuma Pooh dan Piglet). Ceklek!!

“Waaahhh!! Toko baju kesukaankuu!! Saatnya belanjaaa!” seru Clara girang begitu melihat pemandangan di hadapannya yang berupa butik pakaian.

Dia memborong beberapa pakaian. Sekarang, dia tidak lagi membeli pakaian berwarna biru, tapi warna merah, hijau, kuning, cokelat, abu-abu, dan putih. Clara benar-benar sudah berubah! Oya, khusus pakaian .. warnanya tetap. Jadi mau dilihat lewat kacamata ataupun mata biasa warnanya tetap. Bukan warna biru seperti perabotan yang lain kalau tidak dilihat dengan kacamata.

“Wah! Dua ratus lima puluh limaa ribu rupiah .. banyak bangeettt!!” gumam Clara setelah mendengar ucapan penjaga kasir. “Untung saja aku bawa lebih!! Lima ratus ribuu rupiah .. sisanya dua ratus lima puluh lima ribu rupiah. Masih bisa untuk beli yang lain.”

“Makasih,” katanya seraya tersenyum.

Clara mengangguk. Dia langsung melanjutkan petualangannya mengenal warna selain biru. Dia membuka pintu berposter Spongebob.

“Wuaaaa .. ruang band!!” seru Clara.

Dia memainkan piano, terompet, dan drum. Tentu saja mainnya bergantian. Di gedung refreshing itu, hanya satu-satunya Clara yang menjadi pengunjungnya.

“Ah, puass!!” gumamnya. Dia membuka pintu bertempelkan stiker Love & Berry yang stikernya ukuran besar.

“Wah, ruang makan! Saatnya makaaann! Kebetulan aku laper bangeett!!” ucapnya pelan.

Dia mengambil sepiring nasi, mie, udang goreng, sayur sup, kerupuk, dan puding. Memang enggak nyambung, ya? Tapi terserah Clara, dong! Kan dia yang mau makan .. bukan kalian!

Clara makan dengan sangat lahap, sehinmgga lima menit pun habis. Belum puas makan, dia mengambil es krim! Dasar tukang makan ..

Dia mengambil es krim rasa vanila dan pisang. Kemudian, dia menyiram dengan sirup kental rasa lemon. Kemudian es krim itu dihujani dengan sebungkus kecil meises, tak lupa dua astor dengan ceri di puncaknya. Hmm .. jadi kepengen!

“Hoaahhmmm,” Clara mengantuk. Tapi dia memaksakan untuk membuka dua kelopak matanya karena belum melihat ruangan selanjutnya. Mudah-mudahan bukan olahraga! katanya dalam hati.

“RUAAANNGG TIDUUURRR!!” seru Clara gembira setelah membuka pintu berstiker Barbie yang mengkilap. “Setelah capek banget sama olahraga, belanja, dan main musik .. enaknya tiduur!” lanjutnya.

Dia langsung berbaring di kasur yang bergambar Hello Kitty. dan semenit kemudian langsung terbang ke alam mimpi.

***

“Ah, sudah siang! Jam duaa! Eh, kok jadi ngawur gini? Tadi sebelum tidur juga sudah siang, jam sebelas,” ujarnya sambil merapikan dan keluar dari kamar, membuka pintu yang dilukis gambar Hello Kitty.

Ceklek! Ternyata ..

“Hah, kamar mandii?? Kok pakai tempat khusus, yang lewat sini harus lewat kamar mandi??” gumam Clara bingung.

Ternyata Clara salah lihat karena di melepas kacamatanya tanpa sengaja. Hahaha .. ada-ada saja, ya? Melepas kacamata jadi melihat kamar mandi. Akhirnya dia memakai kembali kacamatanya. Sekarang jelas terlihat sebuah tempat bermain. Kok beda sih?? Pintar ya, yang buat kacamata plus gedung itu.

“Hmm .. main apa ya? Main LB ah!” gumamnnya pelan, lalu meninggalkan tas kecilnya di atas meja. Dia mengambil kaoleksi kartu LB di rak khusus kartu LB. Dia tidak memainkannya, hanya melihat-lihat saja karena enggak ada teman.

Ceklek!

“Clara, kamu lagi main sama siapa?” tanya seseorang.

Clara terkejut. “AAAAAA!!!” jeritnya takut. “Kamu siapa??”

“Aku M-A-R-S-H-A! Nggak kenal, ya? Ya udahm kenalan dulu ..”

“Stop! Aku tahu Marsha kok,” potong Clara.

Mereka pun main sepuasnya, kemudian ketika keluar Clara tersenyum gembira. Dia mendapatkan pelajaran “kalau semua berwarna biru .. dunia tak akan cerah”. Lihat saja matahari! Dia berwarna merah. Kalau biru, mana bisa menerangi semuanya. Makanya, jangan trelalu bergantung pada warna, ya! Clara berterima kasih kepada ketiga temannya yang telah menyadarkan Clara untuk jangan bergantung pada biru.vvvvvv

Komik;it is time to read Al Qur’an

Leave a comment

Sumber; komikmuslimah.blogspot.com

Kirim Karyamu Kesini!

Leave a comment

Kirim karyamu terserah apa nanti ku upload disini! aku ingin anak2 indonesia ini kreatif2. sekarang ‘kan jaman sekarang pada main psp,tablet,games komputer,dll. buruan, KIRIM!!!

Iket Rambut Bekas

Leave a comment

 

Kalo ada pin kecil yg rusak, jangan dibuang deh! kita harus kereatif dlm melakukan apapun!

Ayo,bikin kreasi kayak aku ini dong! gampang lho…bikin yuk!!!

Bahan:

1. Pin Kecil Bekas

2. Iket Rambut Polos warna apa aja

3.  Lem Tembak (Glue Gun)/power glue (kayak uhu,dll.)

Caranya:

1. buang peniti pada pin

2. Lemlah pin dan iket rambut polos

3. tunggu kering dan siap dipakai!!!

Gampang ‘kan? AYO BIKIN!!!

Lupa Membawa Uang

Leave a comment

By:Sonya Zahra

Pada suatu hari, Nini dan Nana sedang bermain sepeda di halaman rumah. Tiba-tiba, mama memanggil mereka. “Nana, Nini! Kesini deh!” “Mama mau menitipkan sesuatu!”

Nana dan Nini terkejut. “Apa ma!?” tanya mereka kompak. Kembar….

“Na, Ni. Kalian beli kecap, dan kalian boleh beli lolipop!” ujar mama. Hore…. pikir Nana dan Nini.

“Eh, ma, kita minum dulu sebentar ya?” kata Nini. Nana setuju menganggug.

“Hm… nggak boleh!” kata mama.

“Ma, please ya…..?” rengek mereka berdua.

Hmmm….. mama berpikir. Dia tahu kalau nanti mereka minumnya akan berlama-lama. Akhirnya mama memutuskan. “Oke deh… Tapi, syaratnya cuma sebentar.”

“Yeah…..!” teriak mereka senang. Dasar anak-anak, pikir mama.

Kalu dikira-kira, Nana dan Nini minumnya lamaaaa…

(Bersambung….)

Comment Area

Leave a comment

Ayo,yg mau komen kesini ya,:

http://sonyastory.wordpress.com/comments-area/

Pengunjung Blog-ku

2 Comments

siapa aja yg ngunjungi blog aku selain shanifa?KLIK comment dan bilang ‘aku’ or ‘i’m’ yg mengunjungi blogku!

Bonus Pages

Leave a comment

Selain kegiatan sastra, disini ada bonus lho…. banus pages Cheat Parampaa. Gunakan bonus itu baik-baik ya…!!!

____________________________________
Sonya Zahra Habsy’ari =^.^=

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.